Kontribusi mahasiswa mengenai kenaikan BBM

 

Image

Pemerintah mengusulkan kenaikan BBM sepertinya tidak terlalu peduli dengan ’’keberatan’’ masyarakat banyak.  Argumen yang dikemukakan pemerintah bahwa jika BBM tidak dinaikkan, akan membebankan APBN di mana menurut pemerintah beban subsidi BBM sudah terlalu besar.

 

Badan Anggaran DPR dengan pemerintah memiliki dua opsi yang harus dipilih. Pertama, pemerintah diizinkan menaikkan harga BBM bersubsidi menjadi Rp6.000 per liter dengan alokasi subsidi BBM sebesar Rp137 triliun.

 

Kedua, pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM, tapi diberi anggaran subsidi BBM sebesar Rp178 triliun. Dari dua opsi tersebut, pemerintah memilih opsi pertama yaitu akan menaikkan harga BBM menjadi Rp6.000 per liter.

 

Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain maka harga BBM kita terlalu murah contohnya di Korea Selatan mencapai Rp15.000 per liter , Vietnam sekitar Rp10.000 per liter, sedangkan di Negara timur kisaran harga bbm per liternya antara Rp1.500 di Arab Saudi sampai Rp2.500 di Qatar.

 

Sebenarnya  bukan itu masalahnya karena meskipun negara lain memiliki harga BBM yang tinggi akan tetapi disertai dengan tingkat pendapatan yang tinggi pula begitu pula sebaliknya. Jika pemerintah memang mau memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat, mengapa tidak dipaparkan saja secara rinci perhitungan APBN yang menyebabkan harga BBM harus naik, dengan begitu paling tidak masyarakat tahu bahwa sebab kenaikan BBM secara logika tidak bisa dihindari lagi.

 

Oleh karena itu di sini peranan mahasiswa sebagai pelaku pengapresiasian masyarakat luas yang menolak kenaikan bbm harus di jadikan tolak ukur dan menjadi perbandingan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat luas, apakah harga bbm sudah layak untuk di naikan. Mahasiswa berhak mewakilkan suara rakyat untuk  menyampaikan aspirasi mengenai kenaikan bbm. Di sini mahasiswa  juga bisa di andalkan sebagai penekan atau menjadi penyuara lantang masyarakat, agar para pemimpin dapat bisa mempertimbangkan keputusan yang bisa di ambil kelak nanti apakah akan menaikan atau tidak . Banyak tindakan mahasiswa yang lebih condong ke arah anarkisme karena mahasiswa  sudah jengkel akan praktik ke tidak jelasan pemerintah terhadap masyarakatnya. Akan tetapi tindakan mahasiswa ini masih bersifat positif, mahasiswa bersatu untuk meminta kejelasan dan kebijaksanaan para pemerintah mengenai kenaikan bbm, pemerintah sebaiknya memberikan penjelasan sejelas-jelasnya kepada rakyat mengapa bbm harus di naikan dengan cara terbuka. Oleh karena itu persatuan mahasiswa yang sebagai penyampai suara masyarakat masih murni memperjuangkan suara rakyat dan gerakan mahasiswa tersebut bisa menjadi tumpuan bagi harapan masyarakat banyak.

 

By zzzfadhlan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s